Dikesempatan kali ini saya akan membahas salah satu film
horor besutan William
Brent Bell, Film yang muncul di awal tahun 2016 ini cukup recomended ditonton
dari kalangan remaja sampai dewasa, tidak terlalu banyak adegan kekerasan yang
membuat film ini tampak rapih, ga banyak kotor-kotoran. Tapi kita dibawa ke
alur cerita yang cukup bikin penasasran, jadi bagi yang ga terlalu suka sama
adegan kekerasan dan darah-darah, tetep santai nonton sambil ngemil, film ini
cocok banget, seperti apa filmnya? yuk langsung kita bahas
Release : januari 2016
Director : William Brent Bell
Writer : Stacey Menear
Durasi : 97 Menit
Producers : Lakeshore, STX Entertainment
Cast : lauren Cohan, Rupert
Evans, James Russell, Jim Norton, Diana hardcastle, BenRobson, Jett Klyne, Lily Pater, matthew Walker,
Stephanie Lemelin.
Berawal dari seorang perempuan Amerika bernama Greta yang
menerima sebuah pekerjaan menjaga/mengasuh seorang anak laki-laki dari keluarga
Heelshire di London bernama Brahms, setiba di London Greta langsung menuju
rumah keluarga Heelshire dengan menggunakan Taksi, tiba di rumah keluarga
Heelshire, rumah tersebut memiliki kesan yang menyeramkan tidak memiliki
tetangga dan jauh dari keramaian, Greta diberitahu oleh supir taksi bahwa dia
ditunggu oleh tuan rumah. Setelah disambut oleh Mrs.Heelshire, Greta diajak berkeliling
rumah dan di perkenalkan kepada Mr.Heelshire dan Brahms. Greta terkejut dengan
apa yang dilihatnya karna Brahms yang akan dia jaga/asuh bukanlah seperti anak
yang dibayangkannya(anak normal) melainkan sebuah boneka, awalnya Greta
menganggap ini sebuah lelucon, tapi ini diluar perkiraannya bahwa dia
benar-benar menjaga/mengasuh sebuah boneka.
Dan semakin aneh lagi ketika keluarga itu memberikan
beberapa aturan aneh yang berlaku dirumah tersebut dan apa saja yang perlu
dilakukan dan tidak dilakukan seperti aturan makan,membaca puisi,mendengarkan
musik kesukaan Brahms, dll, sembari
memperlihatkan seisi rumah pada Greta, Greta diperkenalkan oleh seorang
laki-laki bernama Malcolm. Malcolm bekerja sebagai pengantar barang untuk
kebutuhan rumah tersebut. Malcolm sendiri memiliki perawakan yang tenang,
bijak, dan bersahabat sehingga dengan mudah bisa akrab dengan Greta.
Suatu hari Mr dan Mrs Heelshire akan berlibur ke suatu
tempat dan menitipkan brahms pada Greta dan meyakinkan Greta untuk tetap
mematuhi setiap aturan, merasa bebas akhirnya Greta mengabaikan semua aturan yang
dibuat oleh keluarga tersebut dan banyak kejadian aneh terjadi, dengan bergagai
macam kejadian aneh, Greta mulai mempercayai bahwa boneka Brahms itu hidup atau
dikendalikan oleh arwah. Karna
keinginanya yang besar Greta menunjukkan pada Malcolm bahwa boneka Brahms itu
hidup, dengan cara memintanya untuk pindah tempat,sampai Malcolm pun terkejut
dengan apa yang dilihatnya bahwa boneka Brahms itu benar-benar berpindah dengan
sendirinya.
Ketika ada waktu senggang Malcolm dan Greta saling
bercerita, Greta bercerita tentang alasan kenapa mengambil pekerjaan ini karna
bertengkar dengan pacarnya Cole yang dia anggap pria yang tidak baik lalu
memutuskan untuk meniggalkannya dan Malcolm menceritakan tentang keluarga
Brahms atas pertanyaan dan rasa penasaran Greta, Greta terkejut sekaligus
simpatik mendengar cerita Malcolm tentang keluarga Brahms dan terutama tentang
Brahms.
Sampai suatu hari Greta menjalankan pekerjaannya seperti
biasa, Greta dikejutkan dengan munculnya Cole mantan kekasihnya di ruang
Billiard, tanpa panjang lebar Cole meminta Greta untuk kembali bersamanya dan
pulang ke Amerika, tapi Greta tetap menolak, bersikeras untuk tetap bekerja dan
tidak meniggalkan Brahms, malamnya pertengkaran antara Greta dengan Cole tidak
bisa dihindari dikarnakan ada tulisan “Get Out” berwarna merah darah di jendela
atas ruang billiard, karena kesal Cole berusaha merebut boneka Brahms dari
tangan Greta, lalu masuklah Malcolm untuk melerai pertengkaran yang berujung
semakin kesalnya Cole hingga membanting boneka Cole hingga kepalanya pecah yang
membuat Greta dan Malcolm tercengang.
Seketika itu juga muncul suara dari dalam rumah seperti
orang yang sedang berlari, Cole mencoba mengikuti kemana arahnya suara tersebut
lalu muncul sosok laki-laki dewasa dengan rambut acak-acakan dan topeng dari
balik cermin tembok itu yang teryata adalah Brahms yang asli, Brahms lalu
menyerang Cole lalu membunuhnya dengan pecahan kepala boneka, Terjadi
kejar-kejaran di dalam rumah antara Greta, Malcolm dan Brahms, disini diperlihatkan tempat Brahms asli
tinggal, Greta menemukan gaunnya yang hilang dan surat dari orang tua Brahms
yang isinya meninggalkan Brhams pada Greta, terjadi perkelahian Brahms dengan
Malcolm sampai akhirnya Malcolm dikalahkan dan Greta berhasil menjebak Brahms
dan mengalahkan Brahms, Greta berusaha secepat mungkin melarikan diri dari
rumah itu dengan Malcolm dan pergi dengan mobil Malcolm yang terparkir di depan
rumah.
Adegan pertama Film diawali dengan datangnya Greta kerumah
tempat dia bekerja sebagai pengasuh, rumah besar dengan kesan angker, ya seperti
film horor kebanyakan, terpencil, dan jauh dari keramaian, perkenalan yang
mengejutkan, boneka yang terlihat menyeramkan. Menurut saya film ini tidak
begitu horor atau seram tapi cukup membuat betah nonton dan penasaran dengan
ceritanya, membuat kita terfokus pada masa lalu keluarga Heelshire, boneka
Brahms yang terkesan dikendalikan arwah dan hidup sampai akhirnya pemikiran itu
sirna dengan munculnya sosok Brahms yang asli
Ada beberapa adegan yang berkesan dan menjadi perhatian
untuk saya pribadi.
Yang pertama adegan bunuh diri orang tua Brahms, bunuh diri dengan cara
menenggelamkan diri di danau, kalau untuk saya pribadi ini cara bunuh diri yang
langka, Mr dan Mrs. Heelshire mengantongi beberapa batu sebagai pemberat lalu
bergandengan tangan berjalan perlahan-lahan masuk ke dalam danau, butuh tekad
yang kuat untuk mengakhiri hidup dengan cara seperti ini.
kedua adegan ketika Greta ketakutan akan Brahms dan dering telefon
dengan suara anak kecil yang meminta Greta untuk menemaninya bermain dan
langkah kaki yang kelihatan mondar-mandir di depan pintu yang membuat kesan
bahwa boneka Brahms yang jalan-jalan.
ketiga adegan ketika Greta terkunci di loteng rumah,ketika Greta
mencari pelaku yang mengambil gaunnya dan melihat bahwa tangga loteng
diturunkan,rasa penasaran pun terjawab karena di awal hanya ditunjukkan kalau
diatap itu ada ruang tersembunyi dan pada akhirnya ketika Greta masuk ke
ruangan tersebut, tidak ada yang mengejutkan hanya loteng biasa dengan
barang-barang yang biasa orang letakkan di loteng dan Greta terkejut sampai
terjatuh dan pingsan, untuk petunjuk misteri yang ditemukan adalah album foto
keluarga Heelshire.
keempat adegan munculnya Brahms, penampilan Brahms dengan tampilan
yang tidak terlalu menyeramkan,tsweater lusuh dengan rambut acak-acakan dan
topeng menurut saya tidak cukup menimbulkan kesan horor atau seram, berkelahi
dan akhirnya kalah dengan mudah malam itu juga, kenapa “kalah”? karna di akhir
film ada adegan sosok Brahms yang memperbaiki bonekanya. jadi tidak ada hantu.
yang membuat penasaran bagaimana caranya dia mengendalikan boneka Brahms??
disini tidak begitu dijelaskan hanya ditunjukkan ruang-ruang persembunyian
Brahms selama ini. yang membuat kesan Brahms mengendalikan bonekanya dari
ruang-ruang rahasia itu.
film ini membuat saya secara pribadi betah di depan monitor
dengan alur ceritanya, karena adegan tiap adegan itu tidak terlalu mainstream cukup
rapih dan santai sekali untuk diikuti. Tidak ada adegan darah-darah atau
pembunuhan yang sadis (biasanya ada di film horror) yang menurut saya cukup
enak untuk ditonton. Bagi yang masih dibawah umur, saya sarankan tetap harus
dalam pengawasan orang tua.
Nah bagaimana menurut kalian, yang saya yakin kalian juga
memiliki pendapat dan selera masing-masing, silahkan utarakan pendapat kalian
melalui kolom komentar.


Thursday, December 08, 2016
Thursday, December 08, 2016
Thursday, December 08, 2016
Monday, December 19, 2016
Tuesday, December 20, 2016